Bumi Berlian
Part 2 – Suara yang Tersimpan Hari ini aku menemukan buku catatan Elin di tas lama ku. Aku ingat pernah meminjamnya. Buku kecil berwarna biru muda, tepi halamannya sudah kusam. Di halaman terakhir, ada tulisan yang membuat jantungku berhenti sesaat. Aku takut. Aku tidak pernah tidur nyenyak semenjak itu. Aku benci tubuhku sendiri. Aku merasa kotor. Aku ingin menghilang, karena dunia tidak akan mencariku kalau tahu aku sudah rusak. Aku membaca kalimat itu berulang-ulang. Tidak ada nama, tidak ada detail, tapi aku tahu. Seseorang telah menyakitinya. Bukan hanya tubuhnya, tapi juga jiwa dan hatinya. Berlian. Ia memikul luka itu sendirian. Aku tidak tahu bahwa ia serapuh itu. Berlian... maaf. Aku memutuskan menulis surat untuknya. Meskipun tidak akan pernah ia baca. Elin, Aku tidak tahu harus marah pada siapa. Dunia memang luas, tapi terasa sempit bagiku hingga aku tidak bisa bernapas. Aku ingin menemuimu, tapi aku takut akan menjadi orang yang menambah sakitmu. Jadi ku tulis surat i...