Tsabira & Dhuha Nya

 Chapter 2: About Fellings


Ini sudah hari ke-empat sejak acara penyambutan pihak yayasan. Dan sudah lewat empat hari juga tentang “Dhuha, maju sedikit”.  Tapi apa ini? Kenapa Dania masih kepikiran tentang ini? Apa yang sedang dirasakannya sekarang? Dania tidak mengerti. Apakah dia… menyukai Dhuha? Entahlah. Dania sangat bingung.

Dania mengetahui tentang Dhuha yang seorang Ketua Organisasi Rumah Tahfidz di sekolah mereka. Dania juga mengetahui kalau Dhuha adalah seorang hafidz Qur’an. Baginya Dhuha memang cukup berbeda dari siswa laki-laki lainnya. Mungkin banyak. Tapi Dania jarang bertemu dengan yang seperti itu.

.

Saat ini, Dania memutuskan untuk mencari tau lebih tentang Dhuha lewat instagramnya @dhuha.mdv . Dania melihat pengikutnya sudah seribu tiga ratus lebih dan ada dua postingan di sana. Tapi sayang, instagramnya dalam mode privat. Jadi Dania tidak bisa melihatnya. Dan karena Dania adalah seseorang dengan tingkat penasaran yang tinggi, Dia berpikir untuk menekan tanda biru bertuliskan ‘ikuti’ di profil instagram laki-laki itu.

Duh, follow gak ya?” Dania bertanya pada dirinya sendiri.

Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya.

“Oke. Bismillahirrahmanirrahim.”

Setelah berhasil menekan tanda itu Dania langsung melempar ponselnya ke atas kasur dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Beberapa menit berlalu. Dania kembali mengambil ponselnya dan masih belum ada notifikasi dari siapapun. Dania memutuskan untuk menonton video youtube yang berada di daftar penyimpanannya.

TING!

Di tengah aktifitas menontonnya, ponsel Dania berbunyi tanda notifikasi. Dania membelalakan matanya saat melihat dari siapa notifikasi itu berasal.

Dhuha menerima permintaan ‘ikuti’ dari Dania dan dia meminta untuk mengikuti Dania juga! Alias Dhuha mem-follback Dania.

Saking syok nya, Dania melakukan hal yang dia anggap bodoh dengan langsung menerima permintaan ‘ikuti’ dari @dhuha.mdv .

Ck, Bego banget sih, Dan!” Dania merutuki dirinya sendiri.

.

MIS sangat ramai pada jam istirahat seperti ini. Sehingga Dania bersama kedua temannya- Aisha dan Nara -hari ini memutuskan untuk membawa bekal yang akan mereka santap di taman depan kelas.

Guys, gue mau kasih tau sesuatu.” Dania akhirnya memulai pembicaraan setelah mengunyah satu suapan dari bekalnya.

“Apaan?” tanya Nara.

Dania menarik napas sejenak. “Kalian tau Dhuha, kan?”

“Ya tau lah. Orang kelas kita sebelahan sama kelas dia.” Nara menanggapi pertanyaan Dania.  

“Yang ketua Rumah Tahfidz itu bukan, sih?” sahut Aisha yang hanya dibalas anggukan oleh Dania.

“Emang kenapa dia?” tanya Nara.

Mendengar itu pikiran Dania mulai kembali pada momen awkward yang dialaminya beberapa hari lalu. Iya, itu lho. Tau sendiri lah yang mana.

Oii, ditanya nih. Malah bengong.” Nara menyikut lengan Dania pelan.

Dania tersadar dan kembali akan melanjutkan hal yang tengah mereka bahas.

“Kayaknya… gue suka sama dia.”

“Hah?! Serius lo?” Nara dan Aisha terkejut mendengar pernyataan Dania.

“Apaan sih? Biasa aja kali responnya.” Dania memutar bola matanya malas.

“Yaa, gue kaget aja lo bisa suka sama cowok famous kayak Dhuha.” ujar Aisha.

“Tapi kan yang suka sama dia juga banyak. Bukan cuma gue aja.”

“Emang sejak kapan lo suka sama dia?” tanya Nara penasaran.

“Gue juga gak tau. Mungkin waktu dia tampil syarhil Qur’an bareng temen-temennya pas class meeting waktu itu. Atau mungkin dari sejak gue sering lihat dia pas latihan paduan suara. Gak tau deh, gue sendiri aja bingung.” jelas Dania pada kedua teman-nya.

“Tapi bukannya lo suka sama si R-” pertanyaan Nara terhenti saat Dania menahan ucapannya.

Ish, kan gue udah pernah bilang waktu itu. Gue udah gak mau ada urusan sama dia lagi! Udah ah gak usah dibahas. Gue udah move on!” Balas Dania sedikit jengkel.

“Tapi bagus sih, Dan. Lo suka sama Dhuha aja, ga usah sama modelan kayak cowok IPS itu.”

“Iya sih bener. Menurut gue Dhuha juga manis tau.” Ujar Nara dengan cengiran khasnya.

“Mulai.. mulai!”

.

Hari ini adalah Sabtu. Dan hari ini adalah jadwal latihan rutin ekstrakurikuler paduan suara. Jadi, setelah bel terakhir berbunyi, Dania tidak langsung pulang ke rumah. Ia sekarang sedang berada di ruang teather yang juga dipakai untuk anak-anak padus latihan.

Hari ini mereka latihan dengan menyanyikan lagu pop Indonesia yang dipopolerkan oleh penyanyi asal Nusa Tenggara Timur, Andmesh Kamaleng yang berjudul “Hanya Rindu”.

Kak Anggi, pelatih paduan suara sedang melatih kelompok alto perempuan, sedangkan kelompok perempuan sopran dan kelompok laki-laki sementara sedang berlatih mandiri di belakang.

Dania dan Fara yang duduk berdekatan tengah sibuk membenarkan nada mereka yang masih kurang pas di telinga.

Saat ku sendiri, ku lihat fotoku… Ku lihat foto bersamamu.. Ku lihat video...~~. Aissh apaan sih liriknya!?” seorang cowok yang duduk di depan Dania dan Fara mengacak-acak rambutnya geram karena lupa lirik dari lagu yang mereka nyanyikan.

Dania, Fara dan seseorang yang berada di samping cowok tersebut tertawa melihat raut frustasi di wajah teman mereka itu.

Heh, kenapa lo? Kusut bener, hahaha..” ujar Fara.

Haha.. Ajarin deh, Far yang benernya. Ntar jadi stress beneran dia kalo salah terus.”

Dania yang sedang tertawa seketika terdiam saat seseorang di samping cowok itu menoleh ke belakang dan meminta Fara memberitahu lirik yang benar. Ternyata sedari tadi Dania tidak menyadari bahwa cowok tersebut adalah, Dhuha Madava. Saat ini Dania tengah menahan mati-matian agar tidak terlihat salah tingkah. Sementara Dhuha, biasa saja. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa antara mereka. Dan memang begitu kan kenyataannya?

Tapi tak lama, Dania memberikan seulas senyum di bibirnya, karena ia menyadari bahwa beberapa menit yang lalu ia akhirnya melihat Dhuha dengan ekspresi berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya Dania melihat wajah flat seorang Dhuha berubah menjadi sebuah tawa, walaupun hanya beberapa saat sebelum kembali menjadi wajah datar yang untungnya masih menyisakan senyuman tipis. Sangat tipis.

Tak apa, karena hal itu adalah alasan seorang Dania merasakan kebahagiaan kecil hari ini.

Terima kasih, Dhuha. Sudah membahagiakan Dania Tsabira tanpa kamu sadari. 


Continued...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bumi Berlian

Tsabira & Dhuha Nya

Bumi Berlian